Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Ngajak demo terus,bisa ngasi apa? Nambah pintar juga tidak…
Katanya cari info yang benar, mana link di internetnya.
Mending ikut yang jelas: Rp. 600 Milyar dibagi 2.500 kepala keluarga = Rp 2 juta per bulan.
Limbah? selama 40 tahun, CARA kerja PLTN=cara kerja reaktor nuklir di Yogyakarta, ITB, Serpong-bahan bakar PLTN mirip batere: dibeli dlm keadaan rapi, dipake masih rapi, keluar juga rapi. Gak belepotan. http://www.detikfinance.com/read/2009/05/15/160125/1132122/4/pertamina-desak-pln-serap-seluruh-listrik-geothermal http://www.detikfinance.com/read/2009/04/29/134518/1123253/4/pengusaha-harga-keekonomian-geothermal-us–8-9-sen-kwh
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Rp 2.000.000,- per bulan, modal KTP tok dan aman. Dari pada dengerin yang *gak jelas*
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
http://www.batan.go.id/ptlr/08id/files/u1/sntpl6/15_Jupiter_sitorus.pdf
http://www.batan.go.id/view_news.php?id_berita=647&db_tbl=Berita
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Dengan izin Tuhan…, PLTN pasca Chernobyl tidak mungkin akan bocor. Kita *TANTANG* kecerdasan kita: ayo bocor dari mana?
Serahkan urusan ke ahlinya…
===
Bocor itu cuma melibatkan 2 hal: ada FLUIDA dan LUBANG.
—>wong masih dalam bentuk keramik padat UO2 dibilang meleleh. Keluar dari lubang mana coba ? Gak akan bisa. Kenapa bisa begitu? karena urusan diserahkan ke ahlinya. Batan menyerahkan urusan ke ahlinya (Tuhan, via reaktor alam di Oklo-Gabon).
Di BSD (bumi serpong damai), ITB, Atmajaya sudah 40 tahun sukses mengoperasikan PLTN.
“Ah, itu kan cuma reaktor riset. Skalanya juga riset.
” . Ehm, yang di BSD itu bisa menjadi PLTN dalam hitungan menit.
SKENARIO SENGAJA: Teroris, Iwan Kurniawan, Liek Wilardjo itu TIDAK AKAN bisa membikin reaktor di manapun di dunia ini meledak. Coba aja. Wong masuk ke ruang reaktor aja tidak bisa. Kalo udah bisa bikin reaktor meledak, tulis deh di blog kalian.
. Tapi, kalau sengaja meledakkan reaktor nuklir, apa masih bisa disebut manusia? Mana yang namanya cinta?
SKENARIO TIDAK SENGAJA:”salah sedikit saja, PLTN bisa meledak”? coba aja anak yang paling ceroboh sedunia deh suruh mengoperasikan PLTN, gak akan meledak. Kok bisa? KARENA Dr Iwan Kurniawan dan Prof. Liek Wilardjo gak nyampe ilmunya untuk PLTN. Tanya aja ke mereka: tahu reaktivitas gak? Apa itu Lamarsh ? Tahu MOX gak?
Meskipun mereka itu Doktor atau Profesor, bisa di-hipotesa: mereka sudah *karatan*…
Masak, guru2 mereka di Amerika pake PLTN, mereka gak… Murid yang *bandel* mereka itu… Kalau guru mereka tahu, ehm…: yakin *gak dilulusin* deh…
.
Coba bayangkan, kalau loe2 pade punya murid seperti mereka… ?
===
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_coal_production dan http://en.wikipedia.org/wiki/Oil_by_country atau
http://portal.bumn.go.id/bukitasam/ atau http://www.detikfinance.com/read/2009/05/03/130404/1125419/5/suku-bunga-kredit-umkm-masih-mahal atau http://www.hss.doe.gov/nuclearsafety/ns/techstds/standard/hdbk1019/h1019v2.pdf dan http://www.hss.doe.gov/nuclearsafety/ns/techstds/standard/hdbk1019/h1019v1.pdf
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Beroperasi di suhu rendah, efisiensi Carnot lebih kecil dari pada beroperasi di suhu tinggi ? Ini *menyesatkan*!
Mau suhu rendah atau tinggi, secara ABSOLUT energi yang terbuang itu sama saja!
Jadi, gak benar kalau di suhu RENDAH, maka panas yang terbuang LEBIH BESAR dari pada di suhu tinggi (loe to ya…
).
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
PLN mencegat, harga listrik harus Rp 400,- per kWh.
Baik itu dari PLTU atau PLTN. Kalo lebih mahal, TIDAK akan dibeli PLN.
PILIH: punya rumah sendiri (lebih mahal uang mukanya)
ATAU
nge-kos terus (*cicilan*nya akan naik terus DAN uang yang dibayar akan hilang) ?
PLTN itu seperti beli rumah, mahal di awal.
PLTU (batu bara) itu seperti nge-kos, TIAP BULAN akan dibebani uang kontrakan.
Orang NORMAL pasti pilih punya rumah sendiri. Uang cicilan akan BERUBAH menjadi rumah milik sendiri.
Mau cuma punya MENTAL dan KEMAMPUAN nge-kos terus ?
====
Limbah PLTN ? wow, ternyata SERAHKAN URUSAN ke AHLInya: limbah PLTN itu bisa menjadi sumber energi abadi. Miniatur energi geothermal (http://en.wikipedia.org/wiki/Geothermal_(geology)).
Dan negara maju sudah memakainya (http://en.wikipedia.org/wiki/Atomic_battery), makanya pinter dikit…
.
===

1.Kalo gak tahu, pasti mengira yang start *di depan* akan finish lebih dulu…
2.Mau punya motor sendiri atau naik angkot terus ? ha ha ha
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
LUAS berapa sih PLTN itu perlunya ?
gak lebih dari 100m x 100m.
Buktinya:
http://maps.google.com/maps?f=q&source=s_q&hl=en&geocode=&q=nuclear+power+plant&sll=37.0625,-95.677068&sspn=31.646818,56.601563&ie=UTF8&ll=40.362111,-95.637703&spn=0.014061,0.043945&t=h&z=15
===

Kemudian, kalo dilihat dari samping:

(http://www.nrc.gov/info-finder/reactor/cns.html)
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Menggosok mesin motor dengan batu ijo.
***
Batu ijo? Itu lo…, yang orang Barat disebut sebagai Mangan Di-oksida. Disingkat menjadi MnO2. Inilah perbedaan kecerdasan antara di Barat dan di Timur.
***
Love for mankind, whereever you are come from
***
Ambil kawat sejengkal. Kemudian bengkokkan. Setelah itu luruskan. Begitu seterusnya: bengkokkan-luruskan. Sampai kawat menjadi putus. Akan timbul panas.
Itu tadi panas yang dihasilkan karena ada SATU lokasi yang dipatahkan. Bayangkan kalau ada 1 Milyar lokasi patahan dalam waktu yang sama. Maka akan keluar panas yang banyak sekali. Itulah cara mengeluarkan tenaga panas dari logam.
Maka kemudian dicari cara untuk memecahkan logam lain. Ternyata yang paling besar panas yang dihasilkan adalah kalau memecahkan logam timah. Terutama timah yang masih mengelurkan sinyal. Jadilah ditemukan pembangkit listrik tenaga logam.
Dari biofuel ke metalfuel. Jadi setiap usaha memecah logam akan timbal panas. Terserah orang Barat yang menyebutkan sebagai tenaga nuklir. Itu hak mereka memberi nama. Seperti orang Jawa yang memberi nama anak pertama mereka: Eka. Kalau orang Bali memberi nama anak pertama mereka: Putu.
*****************************************************************************
Radiasi = sinyal hand phone = gelombang
Hari ini pergi memancing. Motor mampir ke tempat pengisian bensin. Setelah mengisi bensin, terlihat ada shooting pembuatan film. Motor dihentikan, duduk sambil makan gorengan. Ternyata di dalam gorengan ini ada energi yang tersimpan. Di dalam bensin juga ada tenaga yang tersimpan. Tinggal bagaimana cara mengeluarkan energi. Teringat pancing yang dibawa. Ada logam pemberatnya. Apakah di logam ini ada tenaganya? Seharusnya ada. Logikanya: di benda yang ringan seperti gorengan saja ada tenaganya. Apalagi di benda yang berat.
Kalau diperhatikan, ternyata orang yang shooting itu dilihat oleh sutradara di layar TV. Komputer juga ada layar TVnya. Sekarang sudah banyak komputer yang memakai layar LCD. Kalau diperhatikan, gambar di layar LCD itu terbuat dari titik-titik. Coba saja lihat lebih dekat.
Jadi teringat, jalan-jalan ada yang terbuat dari konblok. Halaman Monas juga terbuat dari konblok. Kalau di lihat dari puncak Monas, tidak akan terlihat batas-batas konblok. Orang pintar dari luar negeri sudah bisa melihat, bahwa timah pemberat pancing ini ternyata terdiri dari bola-bola kecil. Untuk melihat bola-bola kecil ini perlu kaca pembesar.
Kalau ingat tenaga yang tersimpan di gorengan, di bensin. Bisa jadi tenaga itu tersimpan di bola-bola kecil timah. Tinggal bagaimana cara mengeluarkan tenaga dari timah tersebut. Ternyata orang pintar dari luar negeri, tahu cara mengeluarkan tenaga dari timah. Caranya adalah dengan memecah bola-bola kecil tadi. Sama seperti kalau memecah kelapa, akan keluar air. Maka, kalau memecah bola-bola kecil di timah ada keluar panas.
Tidak sembarang timah, tapi timah muda. Ciri-ciri timah yang masih muda adalah mengeluarkan gelombang radio-mengeluarkan sinyal, seperti BTS atau pemancar/stasiun TV. Berarti yang masih aktif. Seperti mahluk hidup, kalau masih muda akan masih aktif. Kalau sudah tua atau mati, maka akan pasif.
Untuk menangkap gelombang radio dari timah muda perlu alat. Alat itu seperti radio. Cuma, mereka lebih suka menyebutnya sebagai detektor.
Terasa hand phone bergetar. Ternyata ada telepon masuk. Hand phone berdering karena ada sinyal yang masuk. Jadi, telepon ini berguna untuk menangkap sinyal.
Radio juga berguna untuk menangkap sinyal. Tapi penyiar radio biasanya bukan memakai istilah sinyal, melainkan gelombang. TV juga berguna menangkap sinyal, eh gelombang. Handy Talkie juga berguna menangkap gelombang.
Gelombang atau sinyal itu mempunyai frekwensi. Cara mengukur frekwensi adalah dengan cara mengukur jumlah tanjakan atau turunan di gelombang. Radio, TV, Handy Talkie itu berguna untuk menangkap gelombang listrik.
Jadi intinya, ada gelombang ada frekwensi. Saat di SMA dulu, jadi ingat bermacam-macam gelombang. Ada gelombang suara. Ada gelombang cahaya. Ada gelombang radio. Semuanya mempunyai frekwensi.
Gelombang suara susah menembus kaca 2 lapis. Lihat saja studio tempat latihan musik. Gelombang cahaya bisa menembus kaca. Makanya bisa melihat orang di dalam. Gelombang radio bisa menembus tembok. Tapi, kalau di ruang bawah tanah, hand phone susah dapat sinyal. Jadi, cuma segitulah kekuatan sinyal hand phone.
Ada sinyal hand phone yang bisa menembus baja. Orang pintar dari luar negeri menyebutnya sebagai gelombang gamma. Ini cuma istilah mereka saja. Seperti memberi nama orang. Orang Jawa menamai anak pertama mereka: Eka. Orang Bali menamai anak pertama mereka: Putu. Selain sinyal gamma, ada juga sinyal alpha dan beta. Sinyal alpha tidak seperti sinyal listrik biasa, tapi ada butirannya. Seperti batu yang meluncur dari ketapel. Begitu pula beta. Cuma, beta lebih ringan. Alpha dan beta tidak bisa menembus kertas koran-menembus baja lebih susah lagi.
Di bumi juga tersimpan tenaga. Tenaga ini bisa dikeluarkan melalui lahar. Lahar yang tidak muncul di permukaan bumi bisa menjadi sumber panas bumi. Menghasilkan listrik.
Saat melamun, terlihat kamera orang yang sedang shooting tadi terjatuh. Rupanya kaki tiga yang dipakai untuk menopang kamera panjangnya tidak sama.
Jadi, kalau dihubungkan: kamera bisa jatuh kalau penopangnya tidak sama panjang atau mengkerut. Kalau begitu, penopang pulau Jawa yang bentuknya berupa lahar juga bisa mengkerut. Bisa mendingin, kalau panasnya diambil terus-menerus. Bisa-bisa pulau di atas lahar itu akan jatuh. Atau minimal bergeser.
Jadi ingat batu bara yang dipakai untuk bahan bakar. Ternyata batu bara ini mengandung benda-benda yang mengeluarkan gelombang radio. Gelombang radio inilah yang disebut sebagai radiasi yang bocor. Yang dituduh bocor justru PLTN, padahal PLTU yang bocor radiasinya.
(sumber: majalah Visikita, no.28/Th. VII/September 2007)
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
PLTN bocor ? Insya Allah, tidak akan terjadi. Karena akan sama seperti menunggu LAHAR gunung Merapai sampai KE BULAN.
Malah PLTU yang bocor radiasinya, sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Fossil_fuel_power_plant#Radioactive_trace_elements
***Tak kenal, maka tak sayang***
Untuk sementara, ada dugaan: Greenpeace, Walhi, Iwan Kurniawan, Geton itu mempunyai pengaruh negatif terhadap kemajuan Indonesia. Karena menghalangi penyediaan listrik. Listrik itu bagaikan bensin bagi mobil. Makanan bagi manusia. Asumsikanlah, untuk sementara, PLTN itu valid. Demi mempertahankan hidup, Greenpeace, Walhi, Iwan Kurniawan, Geton bersikeras menolak PLTN. Bagaikan setitik NILA di SUSU sebelanga. Semoga bertobat. Kita satu negara dan satu bumi kok. Dengan sedikit spekulasi: semoga setelah kalian bertobat, Tuhan memberi rezeki dari arah yang tidak diduga sebelumnya. Minimal, jadi Public Relation PLTN. Suer. Janji. Bersama-sama menggalang kekuatan. Bukan bertempur, terus melemahkan bangsa sendiri. Dan Tuhan merestui PLTN.
Ini argumentasi. Monggo kalau ada tanggapan. Kita berteman kan…? ha ha ha. Dari mana Tuhan membuat semua di jagat ini, kalau tidak dari diri-Nya sendiri. Kita terbuat dari bahan yang sama. Diriku adalah dirimu. Dirimu adalah diriku.
Semoga kegiatan saling menyakiti sedikit demi sedikit SECARA SUNGGUH2 dan BERJUANG KERAS dikurangi. Agar kelak CERMIN yang akan dilihat di HARI TUA memancarkan SENYUM. Karena kita tidak bisa BALIK ke MASA LALU. OK…
. Semoga damai menjadi kenyataan.
***
Listrik dari PANAS BUMI menyebabkan BUMI KOLAPS.
Alasannya? INGAT, MELARANG EKSPOR PASIR ke Singapura. Alasannya, meskipun CUMA sedikit-sedikit pasir yang diambil, LAMA-LAMA akan HABIS juga wilayah Indonesia.
Begitu pula, dengan panas bumi. Meskipun sedikit-sedikit yang diambil, panas bumi akan habis juga. Kalau panas bumi habis, LAVA yang mula2 CAIR akan menjadi BEKU. Dengan menyerahkan urusan ke ahlinya, kita tahu dari CAIR ke BEKU itu menimbulkan perubahan besar. Seperti di ZAMAN ES, air itu mula2 BEKU jadi CAIR, terpisahlah SUMATRA, KALIMANTAN dan JAWA.
Nah, LAVA ini berfungsi bagaikan kaki tiga atau TRIPOD untuk KAMERA wartawan. Salah satu aja, kaki tripod LEBIH PENDEK, maka kamera akan JATUH.
Apakah pendapat ini VALID? untuk mempercayainya, sama sulitnya kalau dibandingkan dengan memperkirakan KAPAN GEMPA terjadi.
Tapi, YANG PASTI, dengan mengambil panas bumi dari lava, lama-lama lava pasti membeku. Adakah yang mau bertanggung jawab bila lava membeku, kemudian PULAU di atasnya akan KOLAPS?
Belum lagi mengingat letak panas bumi di daerah hutan. Berarti pembukaan lahan baru. Makin berkurang saja usaha untuk mengatasi GLOBAL WARMING. Berseteru dengan pemilik tanah ADAT.
***
Pengalaman riil:
Tapi 1 + 1 = 0, kalau 2 pihak saling bertentangan… 1 + 1 = 2, kalau 2 pihak SINERGI. Terbang ke langit, sehingga bisa melihat dengan cakrawala lebih luas. Bukan: bertahan di lembah, bertarung…
***
Manusia makan SINGKONG dan minum AIR.
Nah, dengan prinsip yang sama: manusia digantikan oleh (1).DRUM , dan SINGKONG diganti dengan TIMAH muda.
TIMAH muda dimasukan ke dalam drum. Seperti kalau bensin kena api, akan terbakar sambil mengeluarkan PANAS. Nah, TIMAH muda ini juga bisa mengeluarkan panas… Orang barat menyebut drum ini sebagai CORE. Padahal sih, cuma drum tok…
Kemudian panas yang keluar dari TIMAH muda ini digunakan untuk memanaskan air. Terjadi UAP. Kemudian uap membuat (2).KINCIR berputar. Orang barat menyebut kincir ini sebagai turbin. Putaran kincir disalurkan ke (3).DINAMO. Jadi deh listrik…
Orang barat menyebut kumpulan DRUM, KINCIR, dan DINAMO sebagai PLTN… Padahal isinya cuma drum, kincir, dinamo…
***
API UNGGUN mirip PLTN. Api unggun pake KAYU sebagai bahan bakar. Tentu TIDAK SEMUA kayu terbakar. Akan tersisa ARANG. Arang inilah yang DIUMPAMAKAN sebagai LIMBAH PLTN. Arang masih bisa dijual untuk BAKAR sate. Jadi, LIMBAH PLTN pun MASIH bisa dijual dengan harga mahal…, misalnya untuk dijadikan BATTERY sebagai sumber listrik (serahkan urusan kepada ahlinya…
)-http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_fuel.
batan.go.id TAHU bahwa limbah PLTN dan radiasinya ternyata harga jualnya tinggi-yang oleh orang AWAM dianggap berbahaya. Jadi TIDAK PERLU REPOT membuat penyimpanan limbah. Suer… Tanyakan deh ke ahli di batan.go.id
Urusan LIMBAH ? SEDERHANA: meniru CARA TUHAN mengelola PLTN ALAMI di Afrika http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_nuclear_fission_reactor (dengan mencari kata: nuclear waste) DAN ada di file: waste .
Jadi, tinggal mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya… Tuhan yang menjamin. Kecelakaan CHERNOBYL terjadi karena ada yang TIDAK mengikuti perintah-Nya.
***
OK, sementara FOKUS ke PLTN saja dahulu, SEMENTARA abaikan pembangkit yang lain (sementara kok…, cuma untuk satu halaman ini saja…)
PLTN sudah ada di Indonesia. Malah yang terapung. Pasca tsunami, PLTN terapung ada di Aceh. Di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Sederhana. Aman.
Berita ini sudah ada di http://www.sejarahtni.mil.id/index.php?show=script&cmd=loadnews&newsid=612
Atau di http://www.iabc.or.id/photos_aceh.htm ; http://swaramuslim.net/aceh/more.php?id=A3636_0_13_0_M Jadi PLTN itu sudah begitu dekat…
LOKASI PLTN HARUS TAHAN GEMPA :
===============================
padahal PLTN terapung goyang-goyang terus, gempa terus. Tidak terjadi apa-apa tuh. Kalau terjadi apa-apa, wah Aceh sudah kena radiasi. Malah sudah ada pesawat terbang dengan bertenaga PLTN. Gempa di pesawat lebih parah lagi… (serahkan pada ahlinya deh untuk LEBIH DETAIL dan PAS di dalam MENILAI dan MENIMBANG). Jepang yang SUPER GEMPA dan TSUNAMI sudah jauh lebih dulu punya PLTN (…dengan cara berpikir: FOKUS ke PLTN saja dulu, kemudian setelah PLTN kelar dan bulat, baru ke jenis pembangkit lain).
PLTN terapung TIDAK BOLEH DI INDONESIA ? Wow, berarti Indonesia tidak bakal pernah lebih hebat dari Amerika Serikat. Akan SELALU ketinggalan. Wong kapal induk USA = PLTN terapung…
Kalau Indonesia belum mampu mengawasi? Ini kan masalah INTERNAL Indonesia. Masak tidak punya akal. Jangan-jangan bisa diumpamakan: masak mau S3 harus menunggu, maaf, anak tetangga tamat S1. Gak fair lah ya…
Akhirnya, “Serahkah urusan kepada ahlinya”. CERDAS: karena TAHU persis perhitungannya, ancaman tsunami dan gempa LAGI di Aceh tidak takut. BERANI: meskipun PLTN tersebut ada di samping rumah penduduk yang jelas terkena resiko tsunami.
Ahlinya? batan.go.id PLUS diAUDIT oleh rakyat lewat website dan kontak media massa dihadapan publik seperti di Amerika sana… Dulu gagap teknologi versi Pemilihan Umum SUDAH KITA lewati, sekarang saatnya AUDIT PLTN dengan teknologi internet PASTI bisa dilewati…
Jadi, tinggal beli PLTN terapung saja, PLTN Indonesia sudah jadi. CEPAT. Praktis: TERIMA BERSIH tinggal beli listrik 4 sen per kWh. Tidak mengelola apa-apa lagi. Limbah urusan suppllier. Operator juga dari supplier.
PLTN MAHAL, AKAN TIMBUL HUTANG BARU DAN KETERGANTUNGAN NEGARA LAIN,
=======================================================================
padahal… perbandingan harga listrik:
PLTN Rp. 118,- per kWh, sumber: http://www.elektroindonesia.com/elektro/energi9.html
PLTN 4 sen: www.technologyindonesia.com/download.php?file=PLTN%20terapung.pdf
PLTU 4,1 sen: http://www.djlpe.esdm.go.id/modules/news/mbl_detail.php?news_id=1135
Berbagai pembangkit:
http://ansn.bapeten.go.id/download.php?fid=&filename=faq_tentang_nuklir.pdf&down=1
http://www-pub.iaea.org/MTCD/publications/PDF/TE_1451_web.pdf
RADIASI BOCOR ? ehm…, di DALAM KOTA Jakarta ada CARA agar radiasi dijamin TIDAK bocor
Sumber infonya: http://www.dharmais.co.id/new/index.php?lang=id
Sebagai perbandingan, jika mesin motor bocor maka tarikan jadi hilang. Indonesia via http://www.motorkanzen.com/KanZÉn.asp?ID=3 sudah bisa membuktikan: di suhu tinggi pun tidak bocor. Dan inti PLTN yaitu CORE di Serpong, Bandung, Yogyakarta tidak pernah bocor sejak tahun 1960an.
INDONESIA TIDAK DISIPLIN ?
======================
Ups, semua yang diceritakan di atas dikerjakan oleh WNI. PLTN sekelas HTR-10 di Cina (http://en.wikipedia.org/wiki/HTR-10) DIKELOLA orang Indonesia di BSD Serpong. Tinggal pasang GENERATOR saja… Suer: tinggal pasang generator saja.
AUDIT PLTN sehari-hari kalau udah jalan, dengan cara www.nrc.gov/NRR/OVERSIGHT/nei_9902rev5.pdf
PLTN tentu saja ANTI Lapindo, karena ada GANTI RUGI di pasal 28 UU No. 10 tahun 1997, terus ada PP. 43 tahun 2006 serta PP 134 tahun 2000. Padahal, kubangan lumpur LAPINDO bisa dijadikan waduk atau dam. Nah, air yang terkungkung bisa dialirkan ke dinamo listrik. Malah menghasilkan uang untuk rehabilitasi semua pihak…
PAKISTAN yang berdampingan dengan India sudah punya PLTN. Meskipun dengan potensi yang sama-sama besar.
Greeenpeace? …mudah2an segala pendapat dari segala penjuru TIDAK justru kontraproduktif…
***********
Tujuan sudah jelas, jalan mulus, mobil sudah bagus, penumpang cantik, driver ganteng. Kok mobilnya belum jalan juga? …bensin habis
***********
NB: PLTU Suralaya Indonesia Power bahan bakarnya KARBON (bagian hitam di poros pensil , suer…), PLTGU Tanjung Priok bahan bakarnya gas alam…, PLTN ? bahan bakarnya TIMAH muda… (timah untuk nyolder, untuk pemberat pancing… , sumber: http://www.atral.com/U2381.html untuk menyederhanakan atau http://en.wikipedia.org/wiki/Uranium-238#Radioactivity_and_decay ).
Sebagai PAMUNGKAS: info *helicopter view*-nya ada di: http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_reactor .
Semoga keadaan membaik… Terima kasih atas waktu yang diberikan… Semoga sumbangsih kecil dari kita mendapat balasan masing-masing dari-Nya…
KESIMPULAN:
1.PLTN itu aman (di Indonesia tidak pernah bocor sejak tahun 1960an: Serpong, ITB, Atmajaya Jogja)
2.PLTN itu murah (di Gorontalo aja harga bersih Rp. 400,- per kWh TANPA NOx dan COx. Apalagi kalau versi Afrika Selatan)
3.PLTN instan (Gorontalo aja bisa)
4.PLTN tidak lagi punya limbah seperti dulu (serahkan urusan kepada ahlinya: http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_transmutation#Reasoning_behind_transmutation. Serpong aja bisa. Pasti murah).
5.PLTN anti gempa dan tsunami (lihat aja di kapal induk di Aceh: USA Abraham Lincoln)
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Berikut ini ditampilkan animasi PLTN. Tinggal di-download aja di www.freedownloadscenter.com/Games/Simulation_Games/Nuclear_Power_Plant_Simulator.html – 27k.
Terima kasih..



