Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Dengan izin Tuhan…, PLTN pasca Chernobyl tidak mungkin akan bocor. Kita *TANTANG* kecerdasan kita: ayo bocor dari mana?
Serahkan urusan ke ahlinya…
===
Bocor itu cuma melibatkan 2 hal: ada FLUIDA dan LUBANG.
—>wong masih dalam bentuk keramik padat UO2 dibilang meleleh. Keluar dari lubang mana coba ? Gak akan bisa. Kenapa bisa begitu? karena urusan diserahkan ke ahlinya. Batan menyerahkan urusan ke ahlinya (Tuhan, via reaktor alam di Oklo-Gabon).
Di BSD (bumi serpong damai), ITB, Atmajaya sudah 40 tahun sukses mengoperasikan PLTN.
“Ah, itu kan cuma reaktor riset. Skalanya juga riset.
” . Ehm, yang di BSD itu bisa menjadi PLTN dalam hitungan menit.
SKENARIO SENGAJA: Teroris, Iwan Kurniawan, Liek Wilardjo itu TIDAK AKAN bisa membikin reaktor di manapun di dunia ini meledak. Coba aja. Wong masuk ke ruang reaktor aja tidak bisa. Kalo udah bisa bikin reaktor meledak, tulis deh di blog kalian.
. Tapi, kalau sengaja meledakkan reaktor nuklir, apa masih bisa disebut manusia? Mana yang namanya cinta?
SKENARIO TIDAK SENGAJA:”salah sedikit saja, PLTN bisa meledak”? coba aja anak yang paling ceroboh sedunia deh suruh mengoperasikan PLTN, gak akan meledak. Kok bisa? KARENA Dr Iwan Kurniawan dan Prof. Liek Wilardjo gak nyampe ilmunya untuk PLTN. Tanya aja ke mereka: tahu reaktivitas gak? Apa itu Lamarsh ? Tahu MOX gak?
Meskipun mereka itu Doktor atau Profesor, bisa di-hipotesa: mereka sudah *karatan*…
Masak, guru2 mereka di Amerika pake PLTN, mereka gak… Murid yang *bandel* mereka itu… Kalau guru mereka tahu, ehm…: yakin *gak dilulusin* deh…
.
Coba bayangkan, kalau loe2 pade punya murid seperti mereka… ?
===
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_coal_production dan http://en.wikipedia.org/wiki/Oil_by_country atau
http://portal.bumn.go.id/bukitasam/ atau http://www.detikfinance.com/read/2009/05/03/130404/1125419/5/suku-bunga-kredit-umkm-masih-mahal atau http://www.hss.doe.gov/nuclearsafety/ns/techstds/standard/hdbk1019/h1019v2.pdf dan http://www.hss.doe.gov/nuclearsafety/ns/techstds/standard/hdbk1019/h1019v1.pdf
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>