Pltnforpeace’s Weblog


uxc.com . Indonesia = Korea UTARA
Februari 26, 2009, 8:50 am
Diarsipkan di bawah: PLTN

LIMBAH PLTN SUDAH TIDAK ADA, buktinya:

================================

Radiasi dari limbah mengenai dinding kontainer=>timbul panas=>diubah jadi listrik=>sumber listrik ABADI (http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_fuel#Radioisotope_heater_units_.28RHU.29)

Jadi, tidak ada yang terbuang menjadi limbah! :) . Suer!

klik uxc.com

[U] = uranium

[C] = batu bara

1 kg [U] = Rp 1.000.000
1 kg [C] = Rp 1.000

Jadi [U] 1000 kali lebih mahal.
Tapi, panas [U] = 1000.000 x [C]

Cerdas dikit: berarti [U] lebih murah 1/1000 kali [C]

Pengin lihat contoh PLTN dan bahan bakar PLTN: ke Taman Mini Indonesia Indah, Museum LISTRIK.

Pengin lihat contoh bijih Uranium (ah, sama aja kok dengan Timah. Uranium = Timah muda): di Museum Geologi Bandung

SUMBER: http://en.wikipedia.org/wiki/Uranium
*
The main use of uranium in the civilian sector is to fuel commercial nuclear power plants; by the time it is completely fissioned, one kilogram of uranium-235 can theoretically produce about 20 trillion joules of energy (2×1013 joules); as much energy as 1500 tonnes of coal.[5]
*

****

Dengan alasan masih punya minyak dan batu bara, PLTN nanti2 saja. Kalo begini caranya: Indonesia akan bernasib sama dengan Korea Utara.

NEGARA PLTN punya MINYAK dan BATU BARA.

Lihat fakta di bawah ini:

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_coal_production

http://en.wikipedia.org/wiki/Oil_by_country

Nyahook! loe :)

****

PLTN jenis PWR limbahnya cuma 3% (= pengkayaan maksimal bahan bakar PWR). Dari 3% inilah yang menjadi limbah: http://en.wikipedia.org/wiki/Fission_product . Dan BATAN sudah bisa menangani yang 3% ini. Jadi, gak benar kalau dikhayalkan: limbah PLTN akan sebanyak truk sampah.

Dan limbah PLTN bisa dimanfaatkan http://en.wikipedia.org/wiki/Radioisotope_thermoelectric_generator

Plutonium diatasi dengan fuel jenis MOX (http://en.wikipedia.org/wiki/MOX) dan SAFEGUARD dari IAEA. Ayo, tahu gak sih loe: apa itu safeguard? http://www.iaea.org/OurWork/SV/Safeguards/index.html

PLTN mirip dengan reaktor nuklir di Serpong-Tangerang (dalam hitungan jam bisa menjadi PLTN), bukti:

http://www.batan.go.id/FAQ/faq_reaktor.php#Komponen_komponen_Reaktor

http://www.batan.go.id/FAQ/faq_pltn.php#Apa_saja_sih_jenis_PLTN_itu

====

PLTU dapat 1000 MWatt, kalau PLTN dapat 1500 MWatt untuk uang yang sama http://iaea.org/NuclearPower/Downloads/2007_10_TechAss_WS/Hyperlinks%20for%20agenda/L-5-3_Tarjanne-Rev.pdf.

===

Orang PERTAMA? Bukan. Indonesia cuma orang yang kesekian MENGHITUNG. Rendah hatilah yang paling penting. Toh, pelajaran seperti ini didapat dari orang negeri…

***

Mau beli PLTN? http://www.puspetindo.com/products.php dan http://portal.bumn.go.id/batan/ atau http://www.batan.go.id/ptbn/html/indo_fasilitas.html

Joke:

1.PLTN ternyata pembangkit listrik TENAGA DALAM, PLTU itu pembangkit listrik tenaga luar ( inti atom… ha ha ha).

2.benar atau tidak: Presiden Soekarno dulu gak percaya data di buku2, akibatnya fatal: 600 % inflasi. JASMERAH: jangan sekali-kali melupakan sejarah… Jangan2 loe to ya…

3.BKKBN.go.id, maksudnya: kurangi angka kelahiran. Secara RELATIF loe boleh punya anak sebanyak yang loe mau, tapi gak cuma loe yang hebat. Kalo semuanya *boros*, secara ABSOLUT jumlah manusia akan meledak.

Cerdas dikit: pake persamaan differensial, maka kalau angka kelahiran masih seperti sekarang, maka di tahun 5000 satu orang cuma kebagian 1 m x 1 m. Ada sanggahan ?

4.Nyampe gak sih loe? Ini cara menghitung harga listrik dari PLTN: http://positiveenergy.blogspot.com/2004/08/what-heck-is-luec.html


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>